Sama halnya dengan jilid pertama, maksud penerbitan ini ialah untuk menyampaikan hadis dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh saudara-saudara yang belum paham bahasanya yang asli (bahasa Arab). Jilid kedua ini memuat 608 hadis, yaitu nomor 607 s/d nomor 1215.
Ia lahir tahun 809M / 194 H di Bukhara, sedangkan nama aslinya ialah abu abdullah muhammad bin ismail bin ibrahim bin bardizbah al jufi al bukhari
Buku ini memaparkan seputar perbedaan pendapat dan analisa dari para ulama terhadap metode Al Ghazali dalam menetapkan status hadits-hadits yang beliau cantumkan dalam kitab Ihya' Ulumuddin ; Diantaranya mengatakan bahwa hadits-hadits yang dicantumkan Al Ghazali dalam kitab tersebut berstatus dhai'f bahkan ada pula yang tidak diketahui sumbernya.