Puji dan syukur, kami panjatkan ke hadirat Allah Swt., atas terbitnya buku yang berjudul Teori dan Konsep Administrasi : Dan Pemikiran Pradigmatik Menuju Redefinisi. Buku ini adalah karya Prof. Dr. Faried Ali, S.H., salah seorang GUru Besar pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.
Buku ini merupakan rekaman pemikiran dan pengalaman Fadel Muhammad dari seorang pengusaha yang kemudian terjun ke dunia pemerintahan. Ia berhasil menjalankan tugasnya dalam waktu relatif singkat. Pemikiran dan tindakan terasa memberikan warna bagi penyelenggaraan pemerintahan di Daerah. Ia melakukan banyak inovasi dan terobosan dalam upaya melakukan Reiventing Local Goverment.
Dalam Buku ini dibahas antara lain:rn1. Pemerintah sebagai gerakan moral (moral pejabat pemerintah,filsafat kebaikan bagi aparat pemerintah)rn2. Pemerintah sebagai ilmu ( Pengetahuan keilmuan pejabat pemerintah intelektualitas pejabat pemerintah,filsafat kebenaran bagi pejabat pemerintah)rn3. Pemerintah sebagai senirn4. Unsur-unsur Negararn5. Objek dan posisi ilmu pemerintahanrn6. Bangsa dan Ne…
Segala sesuatu diciptakan Tuhan sesalu seimbang misalnya,Tuhan tidak hanya memberikan cahaya pada siang hari dengan adanya matahari tetapi juga menciptakan bulan yang menerangi kita dimalam hari. Buku ini membahas keseimbanga disegala bidang,seperti pemerintahan,politik,administrasi,ekonomi,hukum,negara,kepemimpinan,kehidupan,biologi,fisika,matematika,kesenian,seni,filsafat,dan agama.
Di dalam buku ini teori psikologi sosial disajikan berdasarkan kelompok-kelompok orientasi, antara lain orientasi faktor penguat, teori lapangan, kesadaran, dan psikoanalisis serta pendekatan orientasi.
Teori-Teori Etika (Eight Theories of Ethics) adalah sebuah pengantar teori-teori etika yang paling komperhensif yang ditemui para mahasiswa tingkat awal. Gordon Graham memperkenalkan konsep-konsep fundamental yang menopang etika-etika seperti relativisme dan obyektivisme, kemudia mencurahkan perhatiannya kepada teori-teori etika utama.
Dalam abad XX ini sangat jelas bahwa setiap bangsa dan negara di dunia,baik negara adikuasa maupun negara berkembang,tidak mungkin lagi berdiri sendiri,dengan kian menngkatnya kecenderungan dalam hubungan antar bangsa. Dalam ketergantungan ini lebih menonjol lagi sebagai akibat globalisasi yang semakin meluas pula.