Metode penelitian kerap kali menjadi masalah dalam sebuah penelitian. Akibatnya, banyak penelitian yang secara metodologis belum dapat dipertanggungjawabkan. untuk menghindari hal itu, diperlukan sebuah referensi yang dapat mengatasi masalah tersebut, khususnya bagi mahasiswa dan peneliti pemula.
Ketika persoalan yang dihadapi manusia bertambah, ia harus memikirkan beragam kekuatan yang tidak tampak, tetapi nyata karena dialami dalam keehidupan. Pada saat manusia bergantung pada sihir , semua persoalan kehidupan diselesaikan dengan kekuatan magis atau sihir.
Setelah sekian tahun mengajar mata kuliah, antara lain Metodologi Penelitian, baik di S1, S2 dan S3, penulis menemukan kesulitan yang dialami para mahasiswa umumnya yakni belum memahami hakikat dan menyimak hakikat paradigma penelitian ilmu-ilmu sosial.
Buku ini berisi tulisan yang membahas sejumlah usulan penelitian, yang hasil behasan itu disimpulkan dalam bab-bab yang mendahului model usulan penelitian tersebut.
Buku ini, karya seorng ahli antropologi mengulas beberapa masalah utama dalam metodologi universal yang bersifat rasional. Disini disorot pengertian tentang prpses ilmiah,metodologi yang bercorak induktif dan deduktif,jenis-jenis penelitian dan laporan ilmiah.
Untuk menilai kualitas suatu hadi Nabi, secara garis besar ada dua penelitian atau kritik hadis yang dapat ditempuhL kritik sanad/kritik eksternal (naqd al-khariji) dan kritik matan/kritik internal (naqd ad-dakhili). Pada kritik eksternal, kajian difkuskan pada kualitas dan kredibilitas perawi hadis (transmitter) dan metode periwayatan yang digunakan.
Sejak dilaksanakannya kurikulum 1975 di sekolah-sekolah, telah terjadi penyesuaian-penyesuaian bidang pengajaran di sekolah-sekolah yang bersangkutan. Mata pelajaran pengetahuan sosial, telah digabungkan kedalam suatu bidang studi, yang kita kenal sekarang sebagai ilmu pengetahuan sosial atau disingkat menjadi bidang studi IPS.