Diantara ilmu yang belum mendapat perhatian sempurna pada perguruan-perguruan Tinggi Islam di tanah air kita, ialah Ilmu-Ilmu Al-quran atau Ilmu Ushulut Tafsir , padahal ilmu ini sangat diperlukan dalam menafsirkan dan memahami Al Qur-an.
Buku tentang megelola kecerdasan dalam pembelajaran ini lahir dari sebuah kritik pakar teknologi pendidikan yang memandang bahwa seharusnya pembelajaran tidak saja didesain dari keberagaman karakteristik siswa secara dangkal, tetapi lebih dari itu, yakni hendaknya digagas dan dikelola dengan sedapat mungkin memerhatikan faktor kecerdasan.
Kajian dalam tulisan ini berpijak pada definisi pembelajaran sebagai upaya membelajarkan siswa, dan proses belajar sebagai pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa. Pengaitan-pengaitan ini akan membentuk struktur kognitif baru yang lebih mantap, yang apat dipandang sebagai hasil belajar.
Proses pembelajaran akan lebih dinamis dan akan mencapai sasaran yang diinginkan jika ditambahkan alat bantu atau media lain, seperti media audio visual, cetak, proyektor, film, permainan dan lain sebagainya. Belajar dengan menggunakan indra pandang dan dengan dengan melibatkan indra lainnya akan memberikan keuntungan ynag lebih optimal dalam proses pembelajaran.