Dalam buku ini dikupas mengenai karakteristik karya tulis ilmiah, struktur karya tulis ilmiah, juga tentang teknik penyusunan karya tulis ilmiah. Dengan demikian, para pembaca dapat menjadikan buku ini sebagai pedoman atau acuan dalam penyusunan karya tulis ilmiah sehingga tidak ada lagi kegamangan dalam mengungkapkan gagasan-gagasannya.
Isi buku ini tidak banyak mengupas teori, sangat menitik beratkan pada praktek penulisan karya ilmiah. Hal-hal yang dibahas dalam buku ini, yakni langkah-langkah dan contoh-contoh penulisan karya ilmiah, diantaranya: artikel, makalah, paper, laporan skripsi, tesis, proposal, dan tajuk rencana.
Ketrampilan dalam menuis sebuah karya ilmiah adalah merupakan sebuah hal yang harus dikuasai oleh mahasiswa S1, S2, dan S3. Karya ilmiah dihasilkan melalui sebuah kegiatan riset. Karena karya ilmiah semacam ini pada hakekatnya merupakan laporan dari kegiatan riset dan sekaligus merupakan sarana untuk bertukar pikiran dengan sesama peneliti. Sebuah karya ilmiah yang berkualitas dapat dimanfaatka…
Menulis sebuah karya ilmiah menjadi sebuah kebutuhan bagi para mahasiswa, dosen, dan bahkan para guru. Mulai dari membuat makalah, laporan, laporan penelitian, skripsi, tesis, hingga disertasi.
Sebuah karya ilmiah sebagimana yang ditulis dalam buku ini adalah suatu pemikiran yang utuh. Karya tersebut merupakan sebuah gagasan lengkap, yang mungkin sangat rumit atau sederhana saja.
Buku ini memberikan panduan komplet penulisan skripsi dan karya ilmiah.
Kritik dari berbagai pihak pernah terdengar, bahwa banyak lulusan pendidikan serjana (S1) pada dewasa ini kurang berkemampuan menulis karya ilmiah.
Keterampilan tulis-menulis dari sisi kemanfaatnya,kini telah bergeser menjadi suatu kebutuhan terutama bagi kaum intelektual.
Buku ini membahas tentang literatur-literatur Ilmu Falak yang ditulis oleh tokoh-tokoh (Ulama) Nusantara, yaitu dalam aspek anotasi dan biografi intelektual penulisnya. Selain itu juga dibahas tentang transmisi perkembangan Ilmu Falak dari Timur Tengah ke Nusantara.
Belakangan inim semua orang bicara. Di atas mimbar, di depan kamera , diatas panggung, dilayar ponsel, di pinggir lapangan, di ramai jalan, di buta mallam, di galau ranjang, semua bicara. Tak banyak yang mengerti, tak banyak yang empati. rnrnSaat saling menginspirasi, agar Indonesia selalu mampu mengatasi, berbagai tantangan zaman ini. Kami percaya, berkarya dekatkan kita, pada harapan dan cita…