Buku yang ada di tangan anda ini akan mengajak anda bertasya`, menulusuri lorong-lorong perjalanan menuju negeri akhirat.
Buku ini membahas secara komprehensif melalui pendekatan falsafah keterkaitan dan keharmonisan hubungan antara sains, khususnya ilmu ekonomi, etika atau moral, dan praksis kebijakan publik di Indonesia. Selain pembahasan teoritis dan paradigma pertumbuhan ekonomi serta preservasi sumber daya alam atau lingkungan hidup secara keseluruhan.
Dengan berkembangnya kesadaran mengenai dimensi lingkungan dalam kehidupan manusia serta peranannya dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan, pemerintah di banyak negara, termasuk Indonesia, bekerja keras untuk memanfaatkan sekaligus melindungi lingkungan agar fungsinya dapat dilestarikan.
Kehidupan ruh setelah kematian termasuk masalah yang sengit dalam perdebatan. Baik dikalangnan muslim maupun non muslim. Dalam buku ini, penulis memaparkan masalah kehidupan ruh dan alam barzah secara detail dari sudut pandang Al-Qur'an, Hadits, Filsafat dan kajian akhlaq serta mengkritik kedangkalan pendapat yang meniadakan kehidupan ruh setelah kematian dan alam barzah.
Buku ini merupakan buku yang menjelaskan pengetahuan dan pengalaman tentang agama, ujian - ujian filsafat atas peristiwa - peristiwa pengalaman agama, konsepsi mengenai Tuhan dan makna sembayang, Diri manusia : Kebebasan dan kekekalan djiwanja, Semangat kebudayaan islam, prinsip gerak dalam struktur islam dan adakah agama itu mungkin?
Berhubung dengan sukarnya memindahkan berbagai buah pikiran yang dalam-dalam ke dalam bahasa kita, pelajaran itu diajarkan bermula dalam bahasa belanda.
Kata filsafat sudah kerapkali menakutkan orang dan banyak yang mengira atau mengatakan, bahwa itu bukanlah sesuatu yang harus diselenggarakan orang biasa. Apakah filsafat itu? tentulah demikian tidak usah dan tidak dapat diselenggarakan tiap-tiap orang, dan untuk mengatakan dengan suatu rumusan apa yg menjadi isi suatu ilmu tidaklah mudah pula jangankan ilmu, hal-hal yg amat sederhana dan yang …
Ada orang berkata , bahwa berfilsafat untuk mengetahui apa yg disebut filsafat itu. mungkin ini benar, hanya kesulitannya ialah: bilamana ia tahu, bahwa ia berfilsafat? mungkin ia mengira sudah berfilsafat dan mengira tahu pula apa filsafat itu, akan tetapi sebenarnya ia sekali-sekali tidak berfilsafat, jadi kelirulah ia dan dengan sendirinya salah pula sangkanya tentang filsafat itu.