Seperti sastra lama yang lain, yang juga diterbitkan Balai Pustaka, buku ini mempunyai gaya yang khas, dengan menyajikan kehidupan masyarakat pada zamannya yang terjadi di Minangkabau. Keragaman para tokoh dari berbagai suku, akan menambah daya pikatnya, karena masyarakat pembaca akan dapat mengetahui sifat dan sikap masyarakat dari berbagai suku yang terlibat langsung dalam buku ini.
Buku sastra lama yang berjudul sengsara membawa nikmat yang ditulis oleh tulis sutan sati ini ternyata masih mempunyai daya pikat tersendiri.
Buku ini akan menjabarkan hukum jabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram, syubhat-syubhat yang dihembuskan oleh kalangan yang ini merusak tatanan masyarakat Islam, serta adab dan ragam jabat tangan yang terjadi ditengah masyarakat.
Ibnu Taimiyah pernah berkata;''jika anda belum merasakan kenikmatan dalam hati anda ketika melakukan sebuah amal ibadah, maka curigailah amal anda. Karena Rabb anda maha membalas amalan hamba-nya.''