Taman Sang Nabi adalah kelanjutan sekaligus pelengkap dari Sang Nabi. Berisi wejangan mengena kebijaksanaan unversal dan renungan mstis yang menyusup ke segala dimensi alam besar.rnSemua dijalin oleh Gibran dalam untaian kalimat yang puitis , laksana lukisan taman yang indah , damai dan hening.
Sang nabi adalah sebuah novel- puisi yang bercerita tentang seseorang yang yang bernama al-mustafa yang dalam bahasa arab berarti ''yang terpilih''
Buku ini mengajak pembacanya mrasakan sebuah pengalaman luar biasa: memasuki wilayah penyatuan jiwa melalui tatapan mata! Ya, mata adalah Jendela jiwa. Saling menatap matalah yang dipraktikkan Jalaluddin Rumi dan Syams-i-Tabriz delapan abad silam, dan yang menuntun mereka ke kenikmatan cinta suci di taman indah kesatuan ilahi.
Dua puluh ribu pasukan menatap beringas. Panji-panji berkibar menantang. Terompet peperangan ditiupkan lantang. Di sana sini tampak kawanan gagak terbang berputar-putar. Aroma kematian terendus kuat. Hati temujin berdesir. Peperangan ini bukan sekedar adu kekeuatan. Lebih besar dari itu. Cinta.
Buku ini lebih dari sekedar ulasan menarik tentang kebangkitan dan penaklukan jenghis khan. Penulisnya, John Man, menggunakan pengalaman langsung guna menyikap pengaruh sang khan yang terus lestari.