Sastra selama ini seolah-olah ditunjukan untuk pembaca lai-laki dan perempuan dipaksa untuk membaca sebagai laki-laki . namun"
Buku ini lahir dari proses panjang dalam menyeriusi masalah-masalah demokratisasi di Indonesia. Dalam buku ini Eep Saefulloh Fatah menampakan dirinya sebagai pengamat muda yang didorong oleh jiwa seorang aktivis prodemokrasi, tetapi dia menyadari pendekatan ilmiah diperlukan untuk menunjukan jalan-jalan, dengan segala lika-liku, bukit dan jurang menuju negara Indonesia yang diidamkannya.